Keanekaragaman dan Pemanfaatan Ubi-Ubian sebagai Alternatif Tanaman Pangan di Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes
Abstrak: Penelitian yang
dengan tujuan mengetahui keanekaragaman dan pemanfaatan ubi-ubian sebagai alternatif
tanaman pangan di Bantarkawung Brebes telah dilaksanakan. Metode yang digunakan
adalah survai dengan pengambilan sampel
secara acak terpilih di delapan belas desa, tiap-tiap desa dipilih sepuluh pekarangan.
Informasi pemanfaatannya didapatkan
dengan wawancara menggunakan kuisioner untuk setiap pemilik
pekarangan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil
penelitian menunjukkan adanya 9 jenis tanaman ubi-ubian yang dapat dimanfaatkan
sebagai alternatif tanaman pangan yaitu: Manihot esculenta, Ipomoea batatas,
Dioscorea alata, D. hispida., Canna
edulis, Colocasia esculenta, Amorphophallus campanulatus,
Maranta arundinacea dan
D. esculenta , dan 7 kultivar dari 3 jenis tanaman yaitu Manihot
esculenta ‘Darmo’, M. esculenta ‘Mentega’,
M. esculenta ‘Valenca’, I. batatas ‘Selat’, I. batatas ‘Sriwil’,
Colocasia esculenta ‘Udang’ dan C. esculenta ‘Pari’. Ubi-ubian yang paling
banyak ditemukan adalah M. esculenta, sedangkan yang paling sedikit ditemukan
adalah D. hispida. Masyarakat
Bantarkawung memanfatkan ubi-ubian sebagai alternatif tanaman pangan untuk
konsumsi sendiri dengan cara direbus, digoreng, dibakar dan dibuat tepung. Tepungnya
diolah menjadi beranekaragam makanan olahan, dan sebagian ada yang dijual.
Penulis: Uswatun Hasanah, Edy
Purwono Hadi, dan Hexa Apriliana Hidayah
Kode Jurnal: jpbiologidd140934