Kajian Kualitas Air dan Penentuan Status Mutu Air Rawa Bendungan Cilacap

Abstrak: Rawa Bendungan merupakan salah satu sumberdaya perairan milik bersama yang bersifat open access. Kondisi tersebut menyebabkan pemanfaatannya cenderung  berlebihan  dan tidak memperhatikan aspek keberlanjutan. Limbah dari aktivitas budidaya ikan di Rawa Bendungan, industri tahu, peternakan sapi, dan pertanian di sekitar Rawa Bendungan menyebabkan penurunan kualitas perairan dan mengancam keberlangsungan fungsi ekologis dan manfaat Rawa Bendungan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kondisi parameter fisika, kimia, dan biologi perairan serta menentukan status mutu perairan Rawa Bendungan. Parameter fisika, kimia, dan biologi air dianalisis secara deskriptif. Penentuan stasus mutu air menggunakan analisis STORET. Hasil rata-rata pengukuran parameter fisika-okimia meliputi transparansi (25,67-68 cm), TSS (34-66,67 mg/l), suhu air (28-31  C), pH (6-7), oksigen terlarut (2,47-7,47 mg/l), CO  bebas (3,23-8 mg/l), BOD  (1,53-14,53 mg/l), COD (24-85,33 mg/l), amonia 25(0,0903-0,1803 mg/l), nitrit (0,0094-0,0997 mg/l), nitrat (0,8125-3,5072 mg/l), dan ortofosfat (0,0265-0,1460 mg/l). Komunitas fitoplankton terdiri atas 48 spesies dari divisio Chlorophyta (191.808 ind/l; 47,26%), 29 spesies dari Chrysophyta (105.948 ind/l; 25,98%), 8 spesies dari Cyanophyta (64.152 ind/l; 15,73%), dan 12 spesies dari Euglenophta (44.712 ind/l; 10,96%). Perairan Rawa Bendungan termasuk dalam kategori tercemar berat oleh limbah industri tahu dan pertanian, tercemar sedang oleh limbah budidaya ikan, dan tercemar ringan oleh limbah peternakan sapi.
Kata kunci: kualitas air, status, analisis STORET, Rawa Bendungan
Penulis: Hanief Wibowo Kurnianto , Endang Widyastuti , dan Ismangil
Kode Jurnal: jpbiologidd140941

Artikel Terkait :