ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA SITOTOKSIK DAUN NAGASARI (Calophyllum nagassarium Burm.f.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach
ABSTRAK: Calophyllum
nagassarium Burm.f. yang dikenal dengan nama nagasari merupakan salah satu
tanaman yang sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat seperti antiseptik,
pencahar, pembersih darah, kontrol cacing, dan tonik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengisolasi
dan mengidentifikasi senyawa
sitotoksik daun nagasari
dengan cara mengekstraksi 1000 g
serbuk daun nagasari dengan 10 L etanol 96%
(5L x 2) menghasilkan 66,81 g ekstrak etanol (LC50=19,06 ppm).
Fraksionasi ekstrak etanol-air (7:3) berturut-turut dengan 300 mL n-heksana,
400 mL kloroform, 400 mL n-butanol, dan air serta diuji tosisitasnya terhadap
larva Artemia salina Leach menghasilkan 2,52 g ekstrak n-heksana (LC50=275,42 ppm), 7,06
g ekstrak kloroform
(LC50=63,10 ppm), 9,54
g ekstrak n-butanol
(LC50=27,54 ppm) dan 25,38 g ekstrak air (LC50=478,63 ppm). Ekstrak n-butanol bersifat paling toksik
selanjutnya dipisahkan, dimurnikan dan diidentifikasi.
Pemisahan 2,0 g ekstrak n-butanol menggunakan teknik kromatografi kolom
dengan fase diam silika gel 60 dan
fase gerak kloroform-n-butanol (5:3)
menghasilkan 5 fraksi
(F1, F2, F3,
F4, dan F5).
Fraksi F1 paling
toksik (LC50=91,20 ppm) selanjutnya dipisahkan dengan KLT preparative
dan dihasilkan 2 fraksi yaitu fraksi FA dan fraksi FB, yang mana fraksi FB
bersifat paling toksik dengan LC50= 83,18 ppm. Hasil identifikasi isolat
(fraksi FB) dengan uji fitokimia, spektrofotometer UV-Vis
dan spektrofotometer IR
diduga merupakan senyawa
golongan terpenoid yang mempunyai
gugus fungsi karakteristik seperti O-H, O=C-OH, C-H alifatik.
Penulis: I Wayan Pramana Eka
Putra, Sri Rahayu Santi, dan Ni Luh Rustini
Kode Jurnal: jpkimiadd160044