EKSPERIMENTASI MODEL TGT PADA MATERI SEGITIGA DAN JAJARGENJANG TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN HAFALAN AL-QUR’AN SISWA
Abstrak: Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui: (1) apakah model TGT dapat menghasilkan prestasi yang
lebih baik daripada
model pembelajaran langsung
pada materi segitiga
dan jajargenjang atau tidak, (2) apakah siswa berkemampuan hafalan
Al-Qur’an tinggi lebih baik daripada
siswa yang berkemampuan
sedang atau rendah
pada materi segitiga
dan jajargenjang, (3) apakah
prestasi belajar siswa
yang diberi model
TGT dan pembelajaran langsung konsisten
atau tidak untuk
tiap-tiap kemampuan hafalan
Al-Qur’an, dan prestasi belajar siswa
yang berkemampuan hafalan
Al-Qur’an tinggi, sedang,
dan rendah konsisten atau tidak
untuk tiap-tiap model
pembelajaran. Uji hipotesis
yang digunakan ANAVA
dua jalan dengan sel tak sama dengan α = 5% menunjukkan (1) Fa = 3.070
< 4.08 = Ftabel berarti model TGT
tidak menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada model pembelajaran langsung,
(2) Fb =
20.853 > 3.23
= Ftabel berarti
prestasi belajar matematika siswa yang berkemampuan hafalan
Al-Qur’an tinggi lebih baik daripada sedang dan rendah dan yang
sedang lebih baik
daripada yang rendah,
(3) Fab =
1.116 < 3.23
= Ftabel berarti karakteristik perbedaan antara model
pembelajaran TGT dan model pembelajaran langsung untuk setiap kemampuan hafalan
Al-Qur’an siswa sama (tidak konsisten).
Penulis: Kurnia Sativa, Teguh Wibowo,
Erni Puji Astuti
Kode Jurnal: jpmatematikadd130780