Efek Paparan Sinar-X Terhadap Frekuensi Mikronukleus Sel Limfosit Dan Pemanfaatannya Untuk Pengembangan Dosimeter Biologi
ABSTRAK: Pemanfaatan teknologi
nuklir pada berbagai
bidang memerlukan dikembangkannya suatu metode
yang mudah dan
cepat untuk mengetahui
risiko seseorang yang terkena paparan radiasi. Mikronuklei (MN)
adalah salah satu
indikasi kerusakan struktural kromosom akibat
paparan radiasi yang dapat
diamati pada sel dengan dua inti (binukleat, BNC), dengan cara memblok proses
pembelahan menggunakan
sitokhalasin-B. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui frekuensi MN
yang terbentuk setelah paparan
radiasi sinar-X berbasis gender dan umur responden (donor). Sampel darah dari 6
laki-aki dan perempuan sehat
berumur 25-51 tahun
diiradiasi dosis 0 dan
2 Gy, kemudian
dilakukan pengkulturan,
pemanenan dan pengamatan MN
dengan prosedur baku.
Hasil menunjukkan bahwa frekuensi MN berbeda
baik untuk perbedaan
umur maupun gender
responden (donor) yang
diiradiasi pada dosis 0 Gy
(kontrol) dan 2
Gy (α=5%). Frekuensi
MN untuk dosis radiasi 2
Gy secara nyata lebih tinggi
daripada 0 Gy.
Akan tetapi pada
masing-masing kelompok umur
yaitu 28-30 tahun,
42-43 tahun dan 50-51
tahun tidak nyata secara
signifikan. Hal ini kemungkinan disebabkan karena
perbedaan kondisi
laboratorium dan faktor
lain seperti banyaknya
dan kondisi sampel
yang digunakan denganvariasi
umur >60 th.
Metode uji MN dari limfosit darah
perifer akibat radiasi
memungkinkan untuk digunakan dalam
mempelajari efek iradiasi secara in vitro pada kromosom dan dapat digunakan
sebagai dosimeter biologi.
Penulis: Triesha Retno Astari,
Agung Pramana, Mukh Syaifudin
Kode Jurnal: jpbiologidd150650