APLIKASI ELEKTROKOAGULASI DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT
Abstrak: Produksi minyak
sawit mentah (crude palm oil,
CPO) di Indonesia terus meningkat sehingga akan menambah jumlah
limbah cair yang
dihasilkan. Teknologi reaktor
anaerobik unggun tetap (RANUT)
telah banyak dikembangkan,
namun karakteristik limbah
cair effluent RANUT
belumlah memenuhi baku mutu
limbah cair yang
dipersyaratkan oleh pemerintah
terutama untuk COD.
Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang pengolahan
limbah cair pabrik kelapa sawit dari unit
reaktor anaerobik unggun
tetap dengan teknik
elektrokoagulasi.
Elektrokoagulasi merupakan suatu
proses koagulasi dengan
menggunakan arus listrik searah
melalui peristiwa
elektrokimia yaitu gejala dekomposisi
elektrolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parameter
tegangan pada adaptor terhadap
kinerja sistem elektrokoagulasi serta
menentukan waktu terbaik
untuk pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit tersebut. Jenis
material elektroda yang digunakan adalah aluminium, waktu
retensi limbah 1 jam, jarak
antar elektroda 5 cm, kuat
arus 5 ampere,
variasi tegangan adaptor 3,
4, dan 5
volt. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa hasil
terbaik diperoleh pada tegangan
5 volt untuk
penyisihan COD sebesar
81,32 % dengan nilai COD 233,5
mg/l pada waktu pengolahan 180 menit, hal ini
menunjukkan bahwa limbah olahan telah memenuhi baku mutu limbah cair PKS
untuk COD yaitu
350 mg/l. Adapun
persentase penyisihan turbiditas
yang tertinggi diperoleh pada
tegangan 5 volt dan pada waktu 180 menit dengan perolehan 95,08 %.
Kata Kunci: Limbah RANUT,
Elektrokoagulasi, Tegangan Adaptor, Elektroda Aluminium, Persentasi Penurunan COD
Penulis: Farida Hanum, Rondang
Tambun, M. Yusuf Ritonga, William Wardhana Kasim
Kode Jurnal: jpkimiadd150344