UJI HEPATOTERAPI EKSTRAK ETANOL BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) ASAL KABUPATEN JAYAWIJAYA PAPUA DENGAN PARAMETER SGPT TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN

Abstrak:  Uji  Hepatoterapi  Ekstrak  Etanol  Buah  Merah  (Pandanus  conoideus  Lam.)  Asal Kabupaten Jayawijaya  Papua  dengan  Parameter  SGPT  terhadap  Tikus  Putih  Jantan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  meneliti  efek  hepatoterapi  ekstrak  etanol  buah  merah dengan parameter  SGPT. Hewan  uji  dibagi  menjadi  5  kelompok,  yaitu  kelompok  kontrol  negatif, kelompok  kontrol  positif,  kelompok  ekstrak  2%  b/v,  4%  b/v  dan  6%  b/v  yang  diinduksi menggunakan  parasetamol  dan  diberi  terapi  selama  7  hari.    Pengukuran  kadar  SGPT  dilakukan pada  hari  pertama  sebelum  induksi,  setelah  induksi  dan  terapi.    Data  yang  diperoleh  dianalisis statistik menggunakan rancangan acak kelompok  dan  uji lanjutan Duncan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan  pada taraf  1%  dan  pemberian  suspensi  ekstrak  etanol  buah merah 2%,  4%,  6%  b/v  memberikan  efek penurunan kadar SGPT. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol buah merah mempunyai efek hepatoterapi dan  pemberian suspensi ekstrak buah merah 6% b/v tidak berbeda nyata dengan penurunan kadar SGPT darah pada pemberian suspensi curliv 2500 mg/kgbb.
Kata kunci: hepatoterapi, buah merah, SGPT
Penulis: Aulia Wati, Hendra Herman, dan Dewi Purnama Sari
Kode Jurnal: jpbiologidd130754

Artikel Terkait :