SUBSTITUSI TEPUNG BUNGKIL KEDELAI DENGAN TEPUNG DAUN LAMTORO DAN PENGARUHNYA TERHADAP EFISIENSI PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN NILA

ABSTRAK: Tingginya harga pakan ikan merupakan masalah utama dalam industri akuakultur, dan berbagai upaya efisensinya menjadi prioritas dalam kegiatan penelitian nutrisi akuakultur di seluruh dunia. Riset diperlukan untuk mengidentifikasi bahanbaku alternatif dengan harga lebih ekonomis, berkesinambungan, sambil tetap menjaga kualitas nutrisi pakan agar tetap menyamai pakan standar yang berbasis tepung ikan an tepung bungkil kedelai (TBK). Tepung daun lamtoro (TDL) merupakan salah satu sumber protein nabatialternatif yang berpotensi, karena kandungan proteinnya yang tinggi (24 – 28 %)dan relatif lebih murah daripada TBK. Penelitian berdurasi 60 hari ini bertujuan untuk mengetahui level substitusi TDL terhadap TBK dalam formulasi pakan untuk ikan nila (berat awal 12,04 ±0,38 g). Sebelum dibuat tepung, daun  lamtoro  direndam  dalam  air  selama  3  hari.  Penelitian  menggunakan  rancangan  acak  lengkap  dengan  5  perlakuan  dan  3  ulangan, menggunakan akuarium berukuran 60 x 60 x 50 cm. Pakan A merupakan pakan formulasi standar tanpa TDL (kontrol) sedangkan pakan B, C, D dan E menggunakan TDL sebagai pengganti TBK secara sebagian atau seluruhnya dengan level inklusi8, 16, 24 dan 31 % dalam formulasi  pakan  ikan  nila.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  TDL  dengan  level  inklusi   8,  16,  24  dan  31  %  dalam  pakan  ternyata menghasilkan laju pertumbuhan dan efisiensi pakan yang lebih rendah daripada pakan kontrol. TDL juga dapat dikonsumsi oleh ikan nila meskipun  ada  indikasi  penurunan  tingkat  konsumsi  pakan.  Kesimpulannya  adalah  bahwa  diperlukan  treatment  tambahan  untuk meningkatkan kualitas TDL, sehingga pemakaiannya dalam formula pakan dapat ditingkatkan.
Kata kunci: TDL, TBK, pertumbuhan, efisiensi pakan, ikan nila
Penulis: Titin Kurniasih dan Rosmawati
Kode Jurnal: jpbiologidd130688

Artikel Terkait :