REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA SUKU JAWA, SUKU BANJAR, DAN SUKU BIMA
Abstrak: Regulasi emosi
adalah cara individu
mengolah emosi yang
individu miliki, kapan individu
merasakannya dan bagaimana
individu mengalami atau mengekspresikan emosi
tersebut. Tujuan dari
penelitian ini adalah
untuk mengetahui perbedaan tingkat
regulasi emosi antara
mahasiswa dari suku Jawa, Banjar dan suku Bima. Penelitian
ini merupakan penelitian deskripstif kuantitatif. Teknik
pengambilan sampel yang
digunakan adalah purposive sampling. Subjek
penelitian berjumlah 100
orang yang dibagi
menjadi 3 kategori. Data
penelitian diambil dengan menggunakan skala regulasi emosi. Analisis data
menggunakan teknik t-score,
diketahui bahwa regulasi
emosi pada mahasiswa suku
Banjar lebih tinggi
dari pada mahasiswa
dari suku Jawa dan
mahasiswa dari suku
Bima. Diperoleh porsentase
emosi positif suku Banjar sebesar
53,3% dan emosi negatif sebesar 46,7%.
Emosi positif suku Jawa sebesar 50,8% dan emosi negatif sebesar 49,2%,
sedangkan suku Bima emosi positif
sebesar 40,9% dan
emosi negatif sebesar
59,1%. Mahasiswa suku Bima
memiliki emosi negatif
paling tinggi yaitu
sebesar 59,1%, mahasiswa suku Jawa 49,2% dan mahasiswa suku Banjar
46,7%.
Penulis: Mohammad Alfian
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd140094