Perbedaan Karakteristik Pekerjaan yang Bermakna dalam Memotivasi Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar Ditinjau dari Orientasi Kerja
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui ada atau
tidaknya perbedaan karakteristik pekerjaan yang bermakna dalam
memotivasi Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar ditinjau dari orientasi
kerja. Karakteristik pekerjaan yang bermakna yang dimaksud, terdiri dari:
tujuan sosial, kebenaran moral, kesenangan yang terkait dengan prestasi,
otonomi, pengakuan dan hubungan-hubungan yang positif. Orientasi kerja yang
dimaksud, terdiri dari karier dan panggilan. Penelitian ini dilakukan pada
alumni Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar, dengan sampel dari angkatan
I-V sejumlah 54 orang. Alat pengumpul data berupa kuesioner karakteristik
pekerjaan yang bermakna, yang terdiri dari 36 aitem, yang disusun oleh penulis
berdasarkan teori Morin(2004) dan kuesioner orientasi kerja yang terdiri dari 3
penilaian paragraf dan 30 aitem, yang mengacu pada Wrzesniewski (1997) Analisis
data dilakukan dengan teknik Mann-Whitney U Test, dengan bantuan program IBM
SPSS Statistics 20 dan deskriptif.Dari hasil analisis data penelitian diperoleh
tidak adanya perbedaan 6 karakteristik pekerjaan yang bermakna dalam memotivasi
Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar. Namun deskripsi data yang didapat
menunjukkan kaitan karakteristik tujuan sosial dengan orientasi panggilan. Sedangkan
karakteristik kesenangan yang terkait prestasi dengan orientasi karier. Hasil
penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi manajemen sumber daya manusia
Pengajar Muda, khususnya pada fase rekrutmen dan seleksi.
Kata kunci: Karakteristik pekerjaan yang bermakna,
Orientasi kerja, Pengajar Muda Gerakan Indonesia Mengajar
Penulis: Theodore Baswara, Seger
Handoyo
Kode Jurnal: jppiodd150021