Pengaruh Pemberian Campuran Cairan Rebusan Kayu Secang (Caesalpia sappan L.) dan Daun Lidah Buaya (Aloe vera) terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit (Mus musculus)

ABSTRAK: Gejala utama penyakit diabetes mellitus ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah sehingga perlu adanya upaya menurunkannya dengan bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa campuran cairan rebusan kayu secang dan daun lidah buaya dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit. Penelitian ini menggunakan rancangan  pre post test design  dengan RAL. Subjek penelitian 24 ekor mencit strain BALB/cAnN. Bahan kimia yang digunakan untuk menaikkan kadar glukosa darah adalah  dextrose monohidrat  5% sebanyak 1 cc/kgBB. Mencit dikelompokkan menjadi 6, yaitu: diberi aquades  (KK); diberi cairan rebusan kayu secang 100% (KP1); diberi cairan rebusan daun  lidah buaya 100% (KP2);diberi campuran cairan rebusan kayu secang dan daun lidah buaya 20% (KP3); diberi campuran cairan rebusan kayu secang dan daun lidah buaya 40% (KP4); diberi campuran cairan rebusan kayu secang dan daun lidah buaya 60% (KP5) sebanyak 1 cc/kgBB. Kadar glukosa darah dari ekor diukur dengan  glico test. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji t dan Anova satu arah pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kadar glukosa darah semua sampel semula 160,75 mg/dl. Setelah perlakuan kadar glukosa darah KP1 menurun menjadi 123,75 mg/dl; KP2 menurun menjadi  120,25 mg/dl; KP3 menurun menjadi 118,5 mg/dl; KP4 menurun menjadi 115,75 mg/dl; dan KP5 menurun menjadi 109,75 mg/dl. Hasil analisis  menunjukkan campuran cairan rebusan kayu secang dan daun lidah buaya dapat menurunkan kadar glukosa darah dengan (Fhit (3,499) > Ftab (1,83) dengan nilai sig < 0,05) dan (t hit(10,939) > ttab(1,714)) dengan nilai sig < 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa campuran cairan rebusan kayu secang dan daun lidah buaya dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit. 
Kata kunci: campuran cairan rebusan kayu secang dan daun lidah buaya; kadar glukosa darah
Penulis: Nihayah Puji Lestari, Tjandrakirana, Nur Kuswanti
Kode Jurnal: jpbiologidd130732

Artikel Terkait :