Pengaruh Cara Aplikasi dan Frekuensi Pemberian Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana untuk Mengendalikan Hama Boleng (Cylas formicarius) dan Tingkat Kerusakan yang Ditimbulkannya pada Ubi Jalar
ABSTRAK: Ubi jalar merupakan
salah satu tanaman pangan pengganti beras dan mendukung berkembangnya industri yang
berbahan baku ubi jalar. Hama boleng (Cylas formicarius) merupakan hama utama
yang dapat mengurangi hasil panen dan pemanfaatan ubi jalar. Pemanfaatan
cendawan entomopatogen merupakan salah satu komponen pengendalian hama
terpadu. Beauveria bassiana merupakan
cendawan yang efektif mengendalikan hama dari ordo Coleoptera. Penelitian ini
bertujuan mendesripsikan efektivitas cara aplikasi dan frekuensi pemberian
cendawan entomopatogen B. bassiana
terhadap mortalitas imago C. formicarius
dan tingkat kerusakan ubi jalar. Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) disusun secara
faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama ialah cara aplikasi pada tanaman
dan pada permukaan tanah. Faktor kedua ialah frekuensi pemberian 1 kali, 2
kali, dan 3 kali dalam seminggu. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data
yang diperoleh dianalisis secara statistik Anava dua arah. Apabila ada
perbedaan maka dilanjutkan dengan menggunakan uji jarak berganda (Duncan’s
Multiple Range Test) pada taraf nyata α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa cara aplikasi tidak berpengaruh terhadap mortalitas imago C. formicarius, frekuensi pemberian
berpengaruh terhadap mortalitas imago C. formicarius sebesar 46,88, serta
interaksi cara aplikasi dan frekuensi pemberian juga berpengaruh terhadap
mortalitas imago C. formicarius sebesar 70,00%. Namun, cara aplikasi, frekuensi
pemberian, serta interaksi cara aplikasi dan frekuensi pemberian tidak
berpengaruh terhadap tingkat kerusakan ubi jalar.
Penuli: Nurika Riyanti,
Isnawati, Guntur Trimulyono, Yusmani Prayogo
Kode Jurnal: jpbiologidd130722