KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU TERESTRIAL DI HUTAN KOTA DKI JAKARTA
ABSTRAK: Hutan kota merupakan
salah satu ruang terbuka hijau yang terdiri dari vegetasi menyerupai hutan
alami. Hutan kota ini mempunyai iklim mikro yang
sesuai untuk habitat
tumbuhan bawah, termasuk
paku terestrial. Laporan
ini menyangkut penelitian
keanekaragaman pakuterestrial
dalam tiga hutan kota di Jakarta, yaitu hutan kota di Kampus Universitas
Indonesia (UI),Arboretum Cibubur dan PT JIEP (Jakarta Industrial Estate
Pulogadung). Analisis vegetasi dilakukan dengan metode purposive sampling
dengan 3garis transek masing-masing 200 m di
setiap lokasi dengan
15 plot (3x3)
m² pada setiap
transek. Determinasi dilakukan
berdasarkan spesimen herbarium
dan literatur. Keanekaragaman
paku dianalisis berdasarkan indeks keanekaragaman Shannon dan indeks
kesamarataan. Analisis Canonical Coresponden (CCA) dilakukan
untuk mengetahui korelasi
antara keanekaragaman paku
dan faktor abiotik.
Terdapat 18 spesies paku
terestrial dikelompokan ke dalam
11 marga/genus dan 8 suku/famili di hutan kota
UI dan Arboretum Cibubur, tetapi tidak ditemukan
paku di PTJIEP. Tumbuhan paku terestrial
dengan indeks nilai penting tertinggi adalah Sphaerostephanos sp. J.Smith
(161,33%) di hutan kota UI, dan Lygodium microphyllum (Cav.) R.Br. (71,63%) di Arboretum Cibubur.
Hasil CCA menunjukkan bahwa keanekaragaman paku berkorelasi dengan empat faktor
abiotik, yaitu suhu, kelembaban, intensitas cahaya dan pH tanah.
Penulis: Dwi Andayaningsih,
Tatik Chikmawati dan Sulistijorini
Kode Jurnal: jpbiologidd130704