IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) UNTUK PRIA (VASEKTOMI) DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA KOTA PONTIANAK

Abstract: Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya tingkat pencapaian jumlah kesertaan akseptor program vasektomi, minimnya sumber daya yang mendukung program vasektomi, minimnya informasi dan pemahaman masyarakat tentang vasektomi. Konsepteori yang digunakan peneliti untuk menganalisis adalah berdasarkan teori Cheema dan Rondonelli (Awang,2010:27) yakni dari faktor Kondisi Lingkungan, Hubungan Inter-organisasi, Sumberdaya, dan Karakteristik Implementor. Metodepenelitian  yang digunakanadalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dilihat dari faktor kondisi lingkungan yang terdiri dari tiga aspek yakni kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang menyebabkan terbentuknya persepsi tersendiri dari masyarakat tentang KB vasektomi. Kemudian Hubungan inter-organisasi BKKBN dengan organisasi terkait yang kurang baik menyebabkan kurangnya dukungan untuk implementasi program KB vasektomi. sedangkan Sumberdaya yang kurang tersedia menyebabkan pelaksanaan kegiatan MOP tidak efisien. Dan karakteristik implementor yang kurang diterapkan dengan maksimal menyebabkan implementasi program KB juga tidak maksimal. Saran dari hasil penelitian ini yakni untuk mengubah strategi dalam mensosialisasikan program KB vasektomi dengan media sosial, memperbanyak jumlah motivator dengan merekrut dari kalangan mahasiswa maupun LPM yang ada disetiap kecamatan, memaksimalkan dalam menggunakan metode kontrasepsi vasektomi semi-permanen, dan menyediakan fasiltas KB vasektomi di setiap puskesmas ataupun klinik yang terdapat di masing-masing kecamatan.
Kata-kata kunci: Kondisi Lingkungan, Hubungan Inter-organisasi, Sumberdaya, Karakteristik Implementor, program, vasektomi
Penulis: AL GUNAWAN PRATAMA
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd160210

Artikel Terkait :