CEMARAN BAKTERI PATOGENIK PADA SUSU SAPI SEGAR DAN RESISTENSINYA TERHADAP ANTIBIOTIKA
ABSTRAK: Susu sapi
merupakan minuman dengan
kandungan protein tinggi
yang dapat diminum
langsung atau dapat
digunakan sebagai bahan tambahan dalam makanan yang aman dan
sehat. Selain itu, susu sapi juga
merupakan media yang sangat baik bagi pertumbuhan bakteri patogenik yang
dapat membahayakan kesehatan
masyarakat. Tujuan penelitian
ini untuk mengetahui
adanya cemaran bakteri
patogenik pada susu sapi
segar dan profil
resistensinya terhadap beberapa
antibiotika. Sampel susu
sapi segar diambil
dari tabung-tabung (can) pengumpul susu dari tiap-tiap peternak
di sentra peternakan sapi perah di Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pengujian secara kuantitatif dan kualitatif dilakukan terhadap 34 sampel susu
sapi. Beberapa parameter yang diuji merujuk pada Standar Nasional Indonesia (SNI)
No. 01-3141-1998 tentang Syarat Mutu Susu Sapi Segar dan SNI No. 7388-2009
tentang Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan, seperti total bakteri (Total
plate count/TPC), angka paling
mungkin (most probable number/MPN) Coliform, dan MPN
E. coli. Hasil pengujian
kualitatif isolasi dan
identifikasi bakteri
ditemukan sebanyak 14
(41,18%) isolat Escherichia coli,
8 (23,43%) isolat Streptococcus grup B, 3 (8,82%)
isolatStaphylococcus aureus,dan tidak ditemukan (negatif) Salmonellaspp. Uji
resistensi terhadap 5 jenis antibiotika
menunjukkan bahwa isolat
E. coli resisten terhadap
penisilin (14,3%), oksitetrasiklin (21,4%),
khloramfenikol (57,1%), dan streptomisin (28,6%).
Sementara isolat Streptococcus Grup B
ditemukan resisten terhadap
penisilin (12,5%), oksitetrasiklin (37,5%), khloramfenikol (25,0%),
streptomisin (87,5%), dan
siprofloksasin (87,5%). Ditemukan
multi resistensi E.
coli terhadap 2 antibiotika, sedangkan multiresistensi Streptococcusterhadap 2-3 antibiotika. Hasil
penelitian ini mengindikasikan bahwa sampel susu sapi segar dari peternak di
Cibungbulang telah tercemar oleh berbagai jenis bakteri patogenik dan sebagian
besar resisten terhadap antibiotika yang diuji.
Penulis: Anni Kusumaningsih dan
Tati Ariyanti
Kode Jurnal: jpbiologidd130674