BUKTI MUNCULNYA MALARIA RESISTEN ARTEMISININ DI ASIA
Abstrak: Bukti Munculnya
Malaria Resisten Artemisinin di Asia. Penggunaan Artemisinin based combination
therapy (ACT) sebagai
terapi lini pertama
malaria berperan dalam keberhasilan program eliminasi malaria
secara global. Karena itu, munculnya parasit resisten artemisinin di daerah
Thailand-Cambodia di Asia Tenggara seperti dilaporkan oleh beberapa penelitian
mendapatkan banyak perhatian
karena belum tersedianya
obat lain yang se-efektif ACT.
Artikel ini menelaah penelitian-penelitian tersebut, yang digunakan sebagai
rujukan dalam laporan malaria WHO. Kriteria terapi berupa respons adekuat secara klinis
dan parasitologis atau
Adequate clinical and
parasitological response (ACPR)
yang kurang dari 90 % dan pemanjangan klirens parasit menjadi indikator
resis-tensi dalam penelitian tersebut.
Meskipun demikian, setiap
penelitian tersebut memiliki beberapa kondisi yang dapat
menyebabkan bias dalam hasil penelitian, misalnya tingkat loss-to-follow-up yang
lebih tinggi pada
kelompok dengan kegagalan
terapi yang lebih besar, densitas parasit yang lebih
besar, atau tidak tersedianya data mengenai densitas parasit awal tersebut.
Dengan demikian, kegagalan terapi yang terjadi belum tentu menun-jukkan penurunan
respons terapi yang
sesungguhnya. Kesimpulannya, belum
jelas apa-kah parasit yang
resisten artemisinin telah benaar-benar muncul di daerah tersebut.
Kata kunci: malaria, artemisinin based combination
therapy (ACT), anti-malaria drug resistance, adequate clinical and
parasitological response (ACPR)
Penulis: Yenni Yusuf
Kode Jurnal: jpbiologidd130759