ANALISIS KARBOKSIMETIL SELULOSA DARI BAKTERI Acetobacter xylinum DAN Acetobacter sp. RMG-2
ABSTRAK: Selulosa bakteri
telah lama diproduksi dan digunakan untuk keperluan industri dan kesehatan.
Selulosa bakteri lebih menguntungkan dari pada selulosa tanaman karena dalam
proses pembuatannya tidak merusak lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah
untuk melihat perbedaan selulosa yang dihasilkan oleh bakteri
Acetobacter xylinum dan Acetobacter
sp. RMG-2 dengan selulosa
tanaman serta untuk mengetahui keunggulan karboksimetil
selulose yang dihasilkan
oleh bakteri tersebut.
Medium HB disiapkan
untuk pembuatan selulosa
bakteri dari kedua bakteri
tersebut. Preparasi selulosa dilakukan untuk memperoleh serbuk padatan yang
halus, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan karboksimetil selulose (CMC)
melalui beberapa tahapan sehingga diperoleh serbuk CMC. Analisis CMC dilakukan
pada kedua bakteri dan tanaman yaitu terhadap struktur permukaan selulosa,
kerapatan padatan, viskositas CMC dan gugus fungsi. Hasilnya, serat permukaan
selulosa bakteri mempunyai ruang lebih sempit dari pada serat selulosa
tanaman. Kerapatan padatan CMC dari A.
xylinum, A. sp. RMG-2 dan dari tanaman
masing masing diperoleh 0,9998 g/cm3, 0,9979 g/cm3dan 0,9978 g/cm3. Untuk
viskositas CMC yaitu 5,78 cP, 5,25 cP dan 5,91 cP. Gugus fungsi CMC bakteri
memenuhi parameter keberhasilan karena terlihat melalui spektrum infra merah
telah terbentuk gugus metil, gugus karboksil
dan gugus gula.
Selulosa Acetobacter sp.
RMG-2 dan A.
xylinum dapat menggantikan
selulosa tanaman melalui proses alkalisasi dengan senyawa
Natrium hidroksida, karena senyawa tersebut dapat menurunkan tingkat kerapatan
pori-pori serat selulosa. CMC yang dihasilkan dari selulosa bakteri sama
baiknya dengan CMC tanaman dan mempunyai karakteristik menyerupai CMC tanaman.
Penulis: Ruth Melliawati dan
Apridah Cameliawati Djohan
Kode Jurnal: jpbiologidd130708