TRADISI “NYARE DHINA” DALAM PENENTUAN HARI PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA LARANGAN BADUNG

Abstrak: Tradisi nyare  dhina yang  berkembang  dalam masyarakat  Larangan  Badung  adalah  sebagai  awal dari  perencanaan  penentuan,  baik  hari  atau  bulan untuk  melangsungkan    acara  pernikahan  yang biasanya  dalam  masyarakat  Larangan  Badung,  akad nikah serta walimah dilaksanakan dalam satu waktu. Kebiasaan  masyarakat  Larangan  Badung  dalammtradisi nyare  dhina mempunyai  harapan  dengan melaksanakan  hari  pernikahan  di  hari  yang  baikyakni  meminta  petunjuk  pada  Kyai  maka akan memperoleh  kebaikan  bagi  kedua  mempelai  yang melangsungkan  pernikahan,  sebagaimana  harapanbanyak  orang  dalam  bentuk  keluarga  yang Sakinah Mawaddah Warahmah serta keturunan shaleh shalehah yang akan mereka didik nantinya.
Kata Kunci: Pernikahan, nyare dhina, Tradisi
Penulis: Sirojuddin, dan Mohammad Bashri Asyari
Kode Jurnal: jphukumdd141063

Artikel Terkait :