STRATEGI PENANGANAN KRISIS PARTAI DARI PANDANGAN PUBLIK

Abstrak: Politik  dengan  magnitude  besar    dialami  oleh  partai  politik    sejak  1  hingga  2 tahun terakhir. Hampir semua partai-partai politik peserta pemilu baik partai lama maupun partai baru mengalami krisis  yang  mengakibatkan guncangan organisasi dan efeknya penilaian negatif dari publik dan hilangnya kepercayaan publik (distrust). Penelitian ini menggunakan dua metode riset yakni tahap pertama  melakukan  Content Analysis dan discourse analysis, kemudian berikutnya melakukan  survey.  Penelitian    ini  menunjukkan  bahwa  tidak  semua  partai  politik  mampu menghadapi  krisis  intenal  partainya  yang  disebabkan  oleh  beberapa  faktor  diantara  perilaku korupsi dan terseretnya kader partai mereka dalam persoalan korupsi. Kemudian konflik internal menjadi faktor lain terjadinya krisis dan kemudian pelanggara etika yang dilakukan kader partai politik.  Menurunnya  kepercayaan  publik  kepada  partai  politik  lebih  banyak  disebabkan  oleh kasus-kasus  korupsi  yang  merupakan  pengkhianatan  publik,  konflik  internal  dan  pelanggaran kode etik. Dalam menghadapi situasi itu partai politik harus membuktikan dengan langkah nyata pro  terhadap  pemberantasan  korupsi  dengan  menindak  tegas  kader-kader  yang  terlibat  serta memperbaiki  kinerja  politiknya.  Kemudian  diperlukan  penguasaan  masalah  dan  pengalaman serta ketenangan dalam mengelola krisis sehingga luas dampak krisis dapat dikendalikan.
Kata kunci: strategi politik, penanganan krisis, partai politik
Penulis: Heri Budianto
Kode Jurnal: jpkomunikasidd140512

Artikel Terkait :