RELASI GENDER PADA KELUARGA WISUDAWATI SINDEN DI SENDANG MADE KECAMATAN KUDU KABUPATEN JOMBANG

Abstrak: Akses perempuan ke sektor publik dijamin oleh undang-undang atas hak dalam pekerjaanya tersebut. Meskipun begitu kenyataannya akses perempuan ke sektor publik di Indonesia masih kurang. Sering juga perempuan mengalami diskriminasi ketika bekerja. Seperti sinden, banyak penonton yang melecehkannya baik secara verbal maupun dengan tindakan yang kurang menyenangkan. Pernyataan tersebut masih didukung lokalitas beberapa daerah yang meminggirkan akses perempuan ke ranah publik, maka perlu adanya usaha untuk mendapatkan keadilan bagi kaum perempuan, khususnya pada sektor publik. Namun bukan berarti perempuan harus berjuang sendiri agar mendapatkan keadilan tersebut, masih ada aktor lain dari transformasi gender, yakni peran laki-laki yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pekerjaan sinden disektor publik, domestik, kontrol dan akses antara laki-laki dan perempuan, partisipasi dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori nurture, yaitu memandang dari segi sosial individu tersebut. Adapun metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Gender And Development mengenai keikutsertaan laki-laki pada pekerjaan perempuan serta kesempatan yang sama dengan pria dalam pembangunan disegala bidang. Dari sini laki-laki dan perempuan akan membentuk relasi gender. Hasil dari penelitian ini adalah telah terbentuk sebuah mitra sejajar pada konteks pekerjaan yang digeluti oleh salah satu pihak. Dalam akses dan kontrol terhadap sumber daya yang dimiliki, kedua pihak juga menunjukkan relasi gender yang melibatkan peran  kedua pihak untuk berperan aktif dalam hal akses terhadap sumber daya yang tersedia.
Kata Kunci: Relasi Gender, Wisudawan Sinden, Sinden
Penulis: Ferinda Muvidzatus Saputri, Pambudi Handoyo
Kode Jurnal: jpsosiologidd150541

Artikel Terkait :