Punk dan Keluarga: Studi Fenomenologi Motif Menjadi Punkers dalam Lingkup Keluarga

Abstrak: Perkembangan masyarakat serta budayanya yang semakin modern membuat masyarakat dapat menikmati budaya serta ideologi dari asing. Munculnya komunitas punk di tengah masyarakat sebagai salah satu budaya asing bagi sebagian orang dianggap menggangu keberadaannya karena sifatnya yang radikal dan negatif. Oleh karena itu, banyak orang tua yang menolak anggota keluarga, terutama anak mereka untuk menjadi seorang punkers. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif apa saja yang digunakan individu untuk menjadi seorang punkers dalam kaitannya dengan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz yang menyatakan bahwa tindakan seseorang memiliki dua motif, yakni motif because of dan in order to. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengumpulan data primer sedangkan teknik analisis data menggunakan mereduksi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif yang muncul memang beraneka ragam dan kebanyakan dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan pergaulan sosial.
Katakunci: Motif, Punk, Komunitas
Penulis: JANUAR PUTRA NUGRAHA, PAMBUDI HANDOYO
Kode Jurnal: jpsosiologidd150578

Artikel Terkait :