MAKNA UPACARA ADAT KEBOAN (Studi Interaksionisme Simbolik Pada Masyarakat Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi)

Abstrak: Upacara adat keboan adalah upacara adat yang dilakukan setiap bulan suro oleh masyarakat suku Using khusunya desa Aliyan kecamatan Rogojampi kabupaten Banyuwangi. Upacara adat keboan adalah salah satu bentuk peninggalan adat nenek moyang masyarakat desa Aliyan yang hingga kini masih dilestarikan. Adapun karena terus dilestarikan, upacara adat keboan memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat desa Aliyan, karenanya secara empiris penelitian ini menJawab mengenai makna upacara adat keboan bagi masyarakat desa Aliyan kecamatan Rogojampi kabupaten Banyuwangi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami makna upacara adat keboan bagi masyarakat desa Aliyan kecamatan Rogojampi kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan interaksionisme simbolik. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah panitia, pelaku dan juga penonton dalam pelaksanaan upacara adat keboan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah melalui in-depth interview atau wawancara secara lebih mendalam dan juga melalui data sekunder yang berupa literatur-literatur terkait dengan makna upacara adat. Makna yang ditafsirkan oleh masyarakat desa Aliyan mengenai upacara adat keboan disesuaikan dengan pandangan Herbert Blumer mengenai makna yang secara lebih lanjut juga berhubungan dengan simbol-simbol. Adapun makna yang ditafsirkan oleh masyarakat desa Aliyan mengenai upacara adat keboan dapat diklasifikasikan sebagai bentuk pelestarian adat, ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan, serta sebagai bentuk selametan desa.
Kata Kunci: Makna, Interaksionisme Simbolik, Upacara Adat Keboan
Penulis: HERVINDA FRANS DENTI, MARTINUS LEGOWO
Kode Jurnal: jpsosiologidd150579

Artikel Terkait :