Pola Konsumsi Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Gebangmalang Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto
Abstrak: Artikel ini membahas
pola konsumsi penerima Program Keluarga Harapan di Desa Gebangmalang Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto.
Penerima PKH memiliki kondisi ekonomi yang lemah.Sehingga untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya masih mengalami kesulitan.Bantuan uang yang diberikan oleh
PKH bertujuan untuk mengurangi beban hidup Rumah Tangga Sangat Miskin
(RTSM).Pendekatan yng digunakan adalah fenomenologi dan etika subsisten James.C
Scott sebagai landasan teori untuk memahami permasalahan.Pengambilan data
dengan menggunakan data primer dan sekunder.Data primer melalui observasi dan
wawancara mendalam, sedangkan data sekunder menggunakan studi pustaka. Hasil
pembahasan, penerima PKH mememiliki beberapa cara pola konsumsi agar tetap
bertahan hidup, meskipun dalam kondisi yang kritis. Penerima PKHakan melakukan
berbagai cara seperi berikut: 1.Mengencangkan ikat pinggang dengan mengurangi
asupan dan mutu makanan dibandingkan dari hari normal.a). Membeli beras dengan
harga Murah. b). Membeli beras dengan jumlah tertentu setiap harinya. 2. Menggunakan alternatif subsistensi dengan
hidup yang minimalis dan melakukan kegiatan-kegiatan untuk tetap bertahan
hidup. a). Mengurangi jumlah porsi yang akan dikonsumsi. b). Menjual hewan
ternak yang dimiliki.3.Mengandalkan relasi dan jaringan sosial(Mengandalkan
Kemampuan Orang Lain untuk Bertahan Hidup ) a). Meminta pekerjaan kepada teman.
b). Berhutang kepada saudara. Selain untuk kebutuhan hidup, penerima PKH juga
memiliki konsumsi lainya, seperti. a. Membeli pakaian, b. Memiliki kendaraan,
dan lainya. Penggunaan bantuan PKH dari
segi pendidikan digunakan dengan sesuai, namun bantuan kesehatan cenderung
tidak digunakan dengan maksimal, manfaat PKH bagi RTSM adalah mengurangi beban
hidup, dan berbagai manfaat lainya.
Penulis: ALBERTUS BAYU
PRAKOSO, Pambudi Handoyo
Kode Jurnal: jpsosiologidd160082