PERAN SERTA MASYARAKAT PEMULUNG DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN BINAAN DI TPA BENOWO SURABAYA
ABSTRACT: Pemulung adalah
salah satu kelompok masyarakat urban, keberadaan pemulung di tengah–tengah
masyarakat telah menimbulkan suatu hal yang bersifat dilematis, di satu sisi
memberikan dampak positif, menciptakan lapangan kerja mandiri dan memberikan
penghasilan yang cukup baik, membantu menyediakan bahan baku bagi industri
melalui proses daur ulang, di sisi lain menimbulkan dampak yang negatif
diantara mereka kurang mematuhi hukum dan peraturan yang ada, seringkali
mengganggu kamtibmas, tatanan dan penghidupan yang kurang memperhatikan aspek
kesusilaan, keindahan, kebersihan, dan kesehatan, dirasakan mengganggu
masyarakat di sekitarnya. Tujuan penelitian adalah untuk melihat upaya pemulung
dalam melakukan pengelolaan sampah yang ada di TPA Benowo. Penelitian ini
dilakukan dengan metode yang meliputi: observasi langsung, penyebaran
kuesioner, wawancara mendalam kepada (masyarakat pemulung). Sedangkan teknik
pengambilan sample dilakukan dengan metode purposive random sampling. Teknik
pengolahan data dan analisis dengan tabulasi identitas responden dan tabulasi
freqwensi dan prosentase. Hasil penelitian dari aspek pemahaman masyarakat
tentang sampah cukup baik dalam arti positif, walaupun masih terdapat responden
yang tidak mau menjawab. Dilihat dari perolehan sikap masyarakat menunjukkan
sikap positif, namun jika dilihat perolehan perilaku dan peran serta
masyarakatnya adalah rendah. Sehingga jika dikorelasikan antara pemahaman dan
sikap masyarakat tidak berhubungan dengan perilaku dan peran serta masyarakat.
Dengan demikian peran serta masyarakat pemulung tidak hanya bergantung pada
aspek ekonomi saja namun juga pada aspek nilai budaya masyarakat.
Penulis: Sukriyah Kustanti
Moerad
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120179