PENYELESAIAN SENGKETA ANTARA PENGGUNA JASA DENGAN PENYEDIA JASA DALAM HAL PERBEDAAN INTERPRETASI KLAUSUL KONTRAK TENTANG PERUBAHAN DESAIN KONSTRUKSI BANGUNAN (STUDI KONTRAK ANTARA PT HUTAMA KARYA (PERSERO) DENGAN PT PETROKIMIA GRESIK)
ABSTRACT: Perubahan desain
konstruksi bangunan yang diajukan oleh PT Petrokimia Gresikselaku penyedia jasa
terhadap PT Hutama Karya (Persero) pada saat pelaksanaankontrak konstruksi
proyek Engineering Procurement Construction (EPC)pengembangan pelabuhan.
Perubahan desain konstruksi tersebut dilakukan karenadesain yang dituangkan
dalam pembangunan secara riil tidak sesuai dengankehendak pihak PT Petrokimia
Gresik. Perubahan desain konstruksi bangunantersebut mengakibatkan PT Hutama
Karya mengajukan klaim penambahan biayadan waktu kepada PT Petrokimia Gresik.
Akan tetapi PT Petrokimia Gresikmenolak klaim tersebut karena perubahan desain
konstruksi bangunan tersebutadalah resiko PT Hutama Karya yang tidak seharusnya
mendapatkan tambahanbiaya dan waktu. Penelitian ini adalah penelitian hukum
empiris denganpendekatan yuridis sosiologis. Lokasi penelitian yang diakukan
dalam penelitianini adalah di PT Hutama Karya (Persero) kantor wilayah VII Kota
Surabaya danPT Petrokimia Gresik, serta Jurusan teknik sipil Fakultas Teknik
UniversitasBrawijaya Malang, dengan teknik purposive sample yang akan digunakan
adalahsalah satu anggota penyelesai sengketa PT Hutama Karya (Persero) dan
PTPetrokimia Gresik, serta salah satu dosen teknik sipil Universitas Brawijaya.
Dataprimer, sekunder, dan tersier yang diperoleh akan di analisis dengan
metodedeskriptif kualitatif. Permasalahan yang diangkat adalah faktor-faktor penghambatpenyelesaian
sengketa antara PT Hutama Karya (Persero) dengan PT PetrokimiaGresik dalam
perbedaan interpretasi klausul kontrak tentang perubahan desainkonstruksi
bangunan sulitnya menentukan suatu perubahan desain konstruksiadalah resiko PT
Hutama Karya (Persero) atau resiko PT Petrokimia Gresikselaku pengguna jasa.
Upaya yang dilakukan oleh PT Hutama Karya (Persero)dengan PT Petrokimia Gresik
dalam proses penyelesaian sengketa denganmembentuk dan menggunakan tim peneliti
ahli konstruksi bangunan dariakademisi Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung
dan Institut TeknologiSepuluh Nopember Surabaya yang bersifat independen.
Industri jasa konstruksi dan pengguna jasa konstruksi hendaklah dalam melakukan
penyusunan kontrakdan kelengkapannya secara lebih cermat, teliti, dan tekun
serta menyelesaikansengketa dalam perbedaan interpretasi pada klausul kontrak
konstruksi sesuaidengan aturan yang berlaku.
Kata Kunci: Penyelesaian
Sengketa, Interpretasi Klausul Kontrak, PerubahanDesain Konstruksi Bangunan
Penulis: Parbianto Wibowo
Kode Jurnal: jphukumdd141086