PENGETAHUAN REMAJA KOMUNITAS HARDCORE TENTANG PERILAKU HIDUP SEHAT DI SMP NEGERI 5 SIDOARJO

Abstrak: Perilaku hidup sehat harus ditanamkan sejak usia dini. Terutama untuk remaja yang bergabung dalam komunitas-komunitas sosial, karena dibutuhkan kesehatan yang cukup banyak untuk melakukan aktifitas kesehariannya. Selama ini pengetahuan remaja tentang kesehatan sudah tinggi tetapi praktiknya masih rendah. Penelitian ini secara empiris menjawab masalah pengetahuan remaja komunitas hardcore tentang perilaku hidup sehat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunanakan observasi partisipan dan menyebarkan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah statistik sederhana dengan tabel silang sederhana. Penelitian ini menggunakan teori dari Parson yang memandang masalah kesehatan dari sudut pandang kesinambungan sistem sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja komunitas hardcore sudah memahami perilaku hidup sehat sehingga tingkat kesehatan remaja komunitas hardcore mengalami peningkatan.  Kesehatan yang tinggi itu juga dipenggaruhi oleh adanya gaya hidup straight edge yang merupakan sebuah motivasi hidup komunitas hardcore untuk tidak merusak diri sendiri dengan mengkonsumsi zatatau obat-obatan berbahaya untuk diri sendiri. Gaya hidup straight edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di scene hardcore yang banyak dipengaruhi oleh punk yang sangat identik dengan kebiasaan mabuk dan kerusuhan. Sehingga hardcore mempunyai gaya hidup yang jauh berbeda dengan punk karena hardcore mulai menata gaya hidup bersih dan sehat.
Kata Kunci: perilaku hidup sehat(PHBS), remaja komunitas hardcore, tingkat kesehatan
Penulis: FAMILIA INKA DEWI, MARTINUS LEGOWO
Kode Jurnal: jpsosiologidd150558

Artikel Terkait :