PENETAPAN `ILLAT AL-HUKM MELALUI AL-MANÂTH DALAM QIYÂS

Abstrak: Salah  satu  metode  penggalian  hukum  yang  digunakan  oleh ulama  ushul  fiqh  adalah  qiyâs  (al-qiyâs).  Metode  qiyâs  ini memiliki  empat  rukun:    al-ashl,  al-far‟, hukm al-ashl,  dan  al-„illat. Namun  metode  ini  menghadapi  beberapa  persoalan  yang berhubungan  dengan  cara  mencari  illat  (al-'illat).  Illat merupakan  tugas  pokok  metode  qiyâs  yang  sangat  penting yang  menentukan  penerapan  qiyâs  secara  benar.  Dalam menemukan  kebenaran  illat,  selain  menggunakan  logika kebahasaan,  ulama  ushul  fiqh  juga  menggunakan  intuisi, imajinasi  dan  kreativitas  pemikirannya,  sehingga  tidak  lagi terpaku  secara  kaku  pada  pengertian  kebahasaan.  Pencarian kebenaran  dalam  metode  qiyâs  ditekankan  pada  penafsiran logis yang kadang-kadang bercampur dengan intuisi, imajinasi, dan  kreativitas.  Dengan  demikian,  qiyâs  lebih  mampu memasuki  sisi-sisi  persoalan  hukum  yang  berkaitan  dengan perilaku umat. Adapun al-manâth merupakan salah satu metode mencari  al-„illat  yang  mana  para  ulama  ushul  fiqh  berintuisi, berimajinasi dan berkreasi  dalam memutuskan  sebuah perkara, dan mereka tidak kaku terpaku pada dalil yang qath‟î.
Kata Kunci: Ushul fiqh, Qiyâs, al-„illat, al-Manâth
Penulis: Fahruddin Ali Sabri
Kode Jurnal: jphukumdd150918

Artikel Terkait :