MOTIF-MOTIF ETOS KERJA EKSEKUTIF MUDA DI GRAHA PENA SURABAYA
ABSTRAK: Perbincangan mengenai
status sosial dalam pekerjaan menjadi trending topic yang menghangat pada
setiap kesempatan. Seperti pada penelitian ini misalnya, kedudukan menejerial
dan supervisor telah di miliki oleh beberapa para pekerja muda dengan range
usia dua puluh tahunan. Hal yang kemudian bersanding dan dipertaruhkan dalam
ranah ini adalah bagaimana etos kerja dari individu atau kelompok tersebut.
Sudah menjadi hal yang biasa ketika kita dihadapkan oleh kedudukan atau jabatan
eksekutif yang oleh orang lama pada sebuah perusahaan dan menjadi pertanyaan
jika posisi eksekutif tersebut diisi oleh orang baru. Mengutip dari tokoh yang
menginspirasi banyak pemuda yakni Billy Boen dalam bukunya Young On Top
memaparkan bahwa “Kamu tidak perlu menunggu berumur lima puluh tahun untuk
menjadi orang yang sukses. Kalau bisa sukses di usia muda kenapa mesti nunggu
tua,” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami etos
kerja serta motif para eksekutif muda di Graha Pena Surabaya. Penelitian ini
merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek
penelitian adalah para pekerja dewasa muda yang sudah mencapai jenjang karir
seperti manager maupun supervisor berusia 20 – 30 tahun yang bekerja di Graha
Pena Surabaya. Penelitian ini meggunakan teknik purposive dalam menentukan
subyek. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik snowball. Hasilnya, para
eksekutif muda ini mempunyai empat aspek etos kerja yaitu rajin pada awal
bekerja, efisiensi, rasionalitas dalam mengambil tindakan dan energik yang juga
terdapat pada tiga belas sikap masyarakat yang beretos kerja tinggi menurut
Gunnar Myrdal dengan didukung motif-motif tindakan yang diadaptasi dari
fenomenologi Alfred Schutz, yakni terdapat dua motif tindakan yakni motif sebab
(because motive) dan motif tujuan (in order to motive).
Penulis: GITA AYU AGUSTINE,
Pambudi Handoyo
Kode Jurnal: jpsosiologidd160085