MENCARI TITIK TEMU AGAMA-AGAMA DI RANAH ESOTERISME: Upaya Mengatasi Konflik Keagamaan
Abstrak: Harmonisasi kehidupan
antarumat manusia merupakan dambaan setiap
orang tanpa memandang
suku, ras, dan
agama. Namun yang terjadi
malah sebaliknya. Di
berbagai belahan dunia manusia
saling menindas, mengintimidasi, merampas,
bahkan saling membunuh. Tindakan
tersebut semakin menguat
ketika dicari pembenarannya melalui
sandaran agama; bahkan
bukan hanya antarpemeluk agama
yang berbeda, namun
juga dalam intern umat
seagama, di mana
kelompok mayoritas cenderung “menindas”
minoritas agama. Persoalannya,
benarkah agama melegitimasi penindasan,
perampasan dan pembunuhan
sesama umat manusia? Tulisan
ini mengkaji aspek-aspek
esoterisme pada agama-agama besar
di Indonesia yang
menjadi titik temu dalam kerangka membangun hormani
kehidupan. Dengan metode deskriptif-kualitatif berpendekatan induktif, penulis
menemukan bahwa tasawuf sebagai
aspek esoteris Islam
mengajarkan pembersihan jiwa dari
keburukan (takhalli) dan
mengisinya dengan kebajikan (tahalli).
Konsep yang hampir
sama dengan istilah dan
pendekatan yang berbeda dikenal juga dalam tradisi esoterisme Kristen, Hindu,
dan Buddha. Sehingga memunculkan konsep
pluralisme agama (religious
pluralism) yang berintikan bahwa agama pada hakekatnya adalah
jalan yang berbeda-beda menuju tujuan (the Ultimate) yang sama.
Penulis: M. Afif Anshori
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120198