ISLAM, PEREMPUAN DAN RESOLUSI KONFLIK DI ACEH (2000 – 2005)
Abstrak: Aceh dikenal memiliki
sejarah konflik yang panjang, di samping catatan sejarah
mengenai partisipasi aktif
perempuan di ruang publik
dengan tampilnya empat
sultanah yang secara
berturutturut memimpin Kerajaan
Aceh. Tulisan ini
ingin melihat status dan
peran perempuan Aceh
dalam konteks konflik
dan inisiasi penyelesaian konflik pada rentang 2000-2005, kemudian menganalisanya dari
perspektif Islam. Dengan
pendekatan deskriptif-historis,
penulis mendapati bahwa
perempuan Aceh menjadi bagian
tidak terpisahkan dari persoalan. Mereka menjadi kelompok yang paling aman
untuk bisa masuk ke wilayah konflik dan
menolong korban, meski
dalam banyak tulisan
mereka sering dipersepsikan sebagai
korban. Ketika eskalasi
konflik Aceh meningkat, beberapa
lembaga perempuan yang sudah
mulai tumbuh ikut
aktif melakukan upaya-upaya
kemanusiaan di lapangan, menjadi mediator informal, hingga misi
diplomasi. Perbedaan yang kentara dari perjuangan mereka adalah konsistensi mengedepankan “perdamaian”,
salah satunya melalui
kegiatan Duek Pakat Inong
Aceh (Februari 2000); semacam
konggres perempuan Aceh. Dari
perspektif Islam, upaya-upaya
resolutif yang dilakukan kaum
perempuan ini dalam
beberapa hal telah menggunakan pendekatan-pendekatan yang
ada dalam kajian Islam
normatif meski tidak
selalu membawa terminologi
yang umum dalam referensi Islam klasik.
Penulis: Eka Srimulyani
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120197