Kultur Sekolah
Abstrak: Tulisan ini hendak
mengelaborasi sejumlah pemikiran dan konsep yang meyakini pentingnya faktor
kultural dalam mendorong
dinamika perubahan institusional, khususnya dalam
konteks persekolahan (schooling).
Perlu tilikan secara seksama bahwa budaya/kultur merupakan
kekuatan konstitutif untuk inovasi dan perubahan sosial, sekaligus memiliki
kekuatan reflektif dalam melakukan peran
legitimasi sosial.Kultur meliputi
faktor material yang
tangible dan non-material
yang intangible. Realitas
menunjukkan bahwa kunci
keberhasilan pendidikan seringkali
justru terletak pada
faktor yang tak
terlihat. Karenanya, menekankan
perbaikan pendidikan di sekolah pada proses restrukturisasi semata, tidak lagi
memadai. Namun demikian, restrukturisasi
yang bersifat struktural dan
rekonstruksi yang bersifat
kultural tidak perlu
saling menegasikan dalam praktiknya. Dalam pengembangan kultur
sekolah, terdapat aneka pilihan alternatif yang dapat disesuaikan dengan
visi-misi dan kondisi sekolah, serta profil siswa dalam aneka kecerdasan majemuk
(multiple intelligences). Betapapun intervensi kebijakan pendidikan
telah dilakukan, tidak
akan memberikan efek
bermakna, tanpa perubahan yang sifatnya kultural dari dalam institusi
pendidikan itu sendiri. Dalam
konteks sekolah yang
berada dalam masyarakat
paternalistik, pimpinan sekolah menjadi
ikon yang memiliki
peran utama dalam
pengembangan kultur sekolah.
Penulis: Ariefa Efianingrum
Kode Jurnal: jpsosiologidd130429