KONTRUKSI PROSES KEMATIAN BAGI LANSIA PENGHUNI PANTI WERDHA ANUGERAH

Abstrak: Proses kematian dan lansia adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan. Proses kematian sering digambarkan dengan metabolisme tubuh seorang lansia yang mulai menurun dan akan menyebabkan berbagai penyakit pada diri seorang lansia. Hal tersebut menjadikan suatu keresahan bagi sebagian lansia, tanpa terkecuali lansia yang menghuni suatu panti jompo yang sudah tidak memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat konstruksi proses kematian yang ada di kalangan penghuni panti jompo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Peter Berger. Lokasi penelitian berada di Panti Werdha Anugerah Dukuh Kupang Surabaya. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan sistem purposive. Teknik analisis data yang digunakan yaitu melalui reduksi data, kemudian penyajian data dan yang terakhir verifikasi data yang mengacu pada teori konstruksi sosial Peter. L. Berger dan teori dekonstruksi untuk menunjukkan realitas proses kematian yang ada di kalangan lansia penghuni panti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia penghuni panti mengkonstruksikan proses kematian digambarkan dengan lansia yang menganggap proses kematian sebagai siksaan tubuh yang menakutkan, proses kematian juga dihubungkan dengan keanugerahan tuhan oleh beberapa lansia penghuni, dan ada beberpa pula yang menganggap proses kematian sebagai evolusi dari metabolisme manusia.
Kata Kunci: Kontruksi, Proses, Kematian, Lansia, Panti, Jompo
Penulis: IBRAHIM RINONUIT SUKATNO, Martinus Legowo
Kode Jurnal: jpsosiologidd160060

Artikel Terkait :