KONSTRUKSI GENDER, HEGEMONI KEKUASAAN, DAN LEMBAGA PENDIDIKAN

Abstrak: Isu gender adalah bagian dari persoalan sosial kemasyarakatan di Indonesia, yang persoalan utamanya  adalah kesenjangan mencolok antara laki-laki dan perempuan. Selama ini, sosialisasi gender adalah dengan cara mengedarkan pesan-pesan, wacana, nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan dan model-model yang merepresentasikan kontruksi gender tertentu, yang dalam konsep Foucault sebagai diskursus (discourse). Dengan konsep wacana tersebut, sosialisasi gender mengandaikan adanya relasi pengetahuan dan kekuasaan. Di dalam dunia pesantren, berdasarkan berbagai studi, menunjukkan rendahnya sensitifitas gender, berupa miskinnya perhatian pada isu perempuan dibarengi dengan dominannya figur kiai dan ustadz. Perhatian pada isu gender muncul pada studi-studi pesantren pada periode yang lebih kemudian, misalnya hasil kajian yang menunjukkan adanya peran nyai yang sangat penting dalam turut menjaga keberlangsungan pesantren. Perkembangan ini mengisyaratkan menghangatnya pergesekan antara diskursus gender yang telah lama mapan dengan diskursus baru dalam proses sosialisasi gender di dunia pesantren.
Kata kunci: Konstruksi gender, sosialisasi gender, kekuasaan, dan pesantren
Penulis: Marhumah
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd110222

Artikel Terkait :