DINAMIKA PEMIKIRAN FIKIH MAZHAB INDONESIA (Perspektif Sejarah Sosial)

Abstrak: Secara  sosiologis  dan  kultural,  hukum  Islam   adalah  hukum  yang mengalir  dan  mengurat  akar  pada  budaya  masyarakat.  Ia  hadir bersamaan dengan hadirnya Islam. Namun, hukum Islam di Indonesia dewasa  ini  sebagian  merupakan  hukum  yang  tidak  tertulis  dalam kitab  perundang-undangan,  di  samping  masih  lekat  dengan  trade mark Timur Tengahnya. Karena itu, sejumlah kalangan cendekiawan muslim  Indonesia  kemudian  memunculkan  wacana  pribumisasi hukum  Islam  dengan  beragam  gagasan  dan  penamaan.  Tulisan  ini mencoba  memotret  perjalanan  wacana  pembumian  fikih  (hukum Islam) di Indonesia dengan menggunakan analisis sejarah sosial. Ada beberapa tokoh yang banyak memberikan tawaran konstrukstif dan paradigmatik format fikih ala Indonesia. Tokoh-tokoh penting itulah yang  banyak  dikupas  dalam  tulisan  ini,  yaitu  Hasbi  ash-Shiddieqy sebagai  penggagas  awal  fikih  Indonesia,  kemudian  Hazairin  yang menggagas  Indonesian  mazhab  atau  Syafi’i  plus  Indonesia  mazhab dengan  proyek  di  antaranya  rancangan  hukum  kewarisan  nasional. Lalu  KH  Sahal  Mahfuzh,  penggagas  fikih  sosial  keindonesiaan, dan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) yang menawarkan gagasan pribumisasi Islam dan kontekstualisasi fikih.
Kata Kunci: fikih, mazhab, ijtihad, adat, kontekstualisasi
Penulis: Moh. Mukri
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd110221

Artikel Terkait :