Konflik Sosial Bernuansa Religius
Abstract: Indonesia
sebagai bangsa yang majemuk (plural) menyimpan potensi atau peluang untuk
terjadinya konflik sosial. Harus diakui, pluralitas agama memang bisa
menciptakan konflik. Namun, yang sering ditemukan konflik sosial yang bernuansa
agama terjadi lebih banyak disebabkan oleh faktor non-agama, seperti ekonomi
dan politik. Agama hanya dijadikan “tameng” untuk mencapai tujuan dan
kepentingan golongan tertentu. Karena dengan membangkitkan isu agama,
pengerahan massa lebih mudah dilakukan, mengingat bangsa Indonesia yang
berkarakter religius dan mempunyai sentimen yang tinggi terhadap agama. Hal ini
terjadi karena agama memiliki “wajah ganda”, pada satu sisi mempunyai fungsi
integratif, namun pada sisi lain ia mempunyai fungsi disintegratif.
Penulis: Hasbullah
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120170