KESANTUNAN DALAM KEHIDUPAN MANUSIA YANG BERBUDAYA
Abstrak: Jatidiri manusia
terletak pada moralitasnya berupa kearifan budaya dan kefasihan estetika.
Moralitas itu yang membedakan [kemuliaan] individual manusia dan makhluk Tuhan
lainnya. Ungkapan reflektif ini seringkali disuarakan oleh nurani seniman/budayawan
yang tanpa kenal lelah menumbuhkan ekspresi, kreasi, dan produksi karya seni
yang memadukan olah pikir dan olah rasa. Dalam beragam bentuknya, sajian karya
seni sering disalahpahami sehingga mengalami pelarangan, pencekalan, dan bahkan
pemasungan. Walaupun begitu, kreasi hasil karya seni tidak dapat dikubur karena
dia berdimensi kebenaran estetik dan suara-sakral nurani kemanusiaan.
Karenanya, kebebasan ruang kreativitas perlu dibuka-lebar bagi
seniman/budayawan agar mereka memiliki kearifan untuk memunculkan atau malah
menguburkan karya seni sebagai sajian yang memiliki keayakan. Dalam spirit
itulah artikel ini disajikan sebagai bagian dari upaya menuju kearifan budaya
dan estetika menjadi manusia yang bermoralitas sejati.
Penulis: D. Zawawi Imron
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd080089