KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL PASCA RELOKASI DAN PEMBANGUNAN PASAR MODERN
Abstract: Dalam menjawab
permasalahan di atas peneliti menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan
pengumpulan data berupa wawancara dan hasil yang peneliti peroleh ternyata
banyak sekali yang terjadi setelah adanya relokasi pedagang dan pembangunan
pasar modern Babat diantaranya:
Alasan pedagang untuk pindah dagang tidak lain di latar belakangi oleh
ketidak setujuan pedagang adanya relokasi dan pembangunan pasar modern dengan
alasan takut akan nilai ketradisionalan pasar Babat akan luntur dan harga kios
yang mahal. Berbagai respon yang muncul yakni adanya aksi demostrasi, berdagang
di luar area pasar, dan melakukan gugatan dan upaya pemerintah dalam meredam
hal tersebut dengan mengdakan upaya sosialisasi, mediasi-mediasi dengan tokoh
masyarakat, investor, perwakilan pedagang tradisional,dan pemerintah kabupaten
Lamongan
Adanya pro dan kontara berakibat pada kehidupan sosial ekonomi pedagang
dimana pedagang yang tradisional Babat sebelum adanya relokasi dan pembangunan
pasar modern bersatu di pasar tradisional Babat setelah adanya hal tersebut
pedagang tradisional Babat ada yang menempati pasar agrobis, pasar modern Babat
dan ada yang menempati wilayah luar pasar.
Dimana pedagang yang berda di luar area pasar Babat mengalami penurunan
berbeda pada waktu berdagang di pasar tradisional. Selanjutnya pedagang
tradisional yang berada di pasar modern terlihat relatif stabil dan yang
terahir kehidupan social ekonomi pedagang yang berada di wilyah pasar agrobis
mengalami peningkatan terutama bagi pedagang yang melayani grosir.
Penulis: Muhammad Zunaidi
Kode Jurnal: jpsosiologidd130434