KALENDER RITUAL MASYARAKAT MUSLIM SUMENEP MADURA
Abstrak: masyarakat
Sumenep Madura memiliki
dan menggunakan sistem kalender
dalam mengagendakan atau mengenang aktifitas
kesehariannya secara unik.
Pengunaan kalender tersebut biasanya
dikaitkan dengan aktifitas
ritualitas, yang mereka lakukan
seperti ritual pernikahan,
khitan, membangun bangunan (rumah,
musalla, atau masjid), mengenang wafatnya
seorang Kyai, rokat
tase’ dan lain-la in. Karena itu,
adanya pemilihan masyarakat
Sumenep Madura atas kalender tersebut dikaitkan dengan
ritualitas ’populer’ tertentu menjadi menarik
untuk dikaji dan
ditelusuri khususnya menyangkut
sistem kalender yang digunakan
dan perbandingannya dengan
kale nder hijriyah serta faktor
lain yang menyebabkan
masyarakat untuk selalu mengunakannya. Secara metodologis,
karena penelitian ini bersifat Eksploratif-Kualitatif, maka penggalian data
dalam penelitian ini diperoleh dari hasil
wawancara, observasi, konsep-konsep
dan dokumen-dokumen yang berhasil dihimpun baik dari kitab, buku, majalah,
buletin, website dan data-data pendukung
lainnya yang dianalisis secara
kualitatif dan trianggulatif. secara
metodologis, penentuan kalender muslim Sumenep didasarkan pada hisab
‘urfi, yang penentuannya hanya
berdasarkan data tetap
dengan cara menambah lima pada
hari yang sudah diketahui. Kalender
ritual tahunan masyarakat Sumenep, pada praktiknya, dikenal dikenal 6 bulan
baik dan 6 bulan yang jelek atau semua bulan baik, hanyasaja diantara bulan
tersebut ada waktu baik dan ada waktu jelek. Dilihat dari
segi baik-jeleknya bulan,
bulan -bulan yang kategori baik adalah bulan sabel, takepe’, poasa, jumadil laher,
rejjeb,dan rasol. Sedangkan bulan yang
terkategori jelek adalah bulan sora,
sappar, molod, jumadil lawel, rebbe dan reaje.
Penulis: Achmad Mulyadi
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd120218