ISLAM, FEMINISME, DAN KONSEP KESETARAAN GENDER DALAM AL-QUR’AN

Abstrak: Sejarah  menunjukkan  bahwa  perempuan  pada  masa  awal  Islâm  mendapat penghargaan tinggi.  Islâm  mengangkat harkat dan martabat perempuan dari posisi  yang  kurang  beruntung  pada  zaman  jahiliyah.  Di  dalam  al-Qur’ân, persoalan  kesetaraan  laki-laki  dan  perempuan  ditegaskan  secara  eksplisit. Meskipun  demikian,  masyarakat  muslim  secara  umum  tidak  memandang laki-laki  dan  perempuan  sebagai  setara.  Akar  mendalam  yang  mendasari penolakan  dalam  masyarakat  muslim  adalah  keyakinan  bahwa  perempuan adalah makhluk Allâh  yang lebih rendah karena diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Selain itu, perempuan dianggap sebagai makhluk yang kurang akalnya sehingga harus selalu berada dalam bimbingan laki-laki. Akibatnya, produk-produk  pemikiran  Islâm  sering  memosisikan  perempuan  sebagai subordinat.  Kenyataan  ini  tentu  sangat  memprihatinkan,  karena  Islâm  pada rinsipnya  menjunjung  tinggi  kesetaraan  dan  tidak  membedakan  manusia berdasarkan jenis kelamin. Oleh karena itu, doktrin maupun pandangan yang mengatasnamakan  agama  yang  sarat  dengan  praktik  diskriminatif  sudah selayaknya  dikaji  ulang,  jika  ingin  Islâm  tetap menjadi  rahmat  bagi  seluruh alam.
Kata Kunci: Islam, gender, dan feminisme
Penulis: Fadlan
Kode Jurnal: jpperadabanislamdd110216

Artikel Terkait :