IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN LOKAL DAN KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

ABSTRAK: Provinsi  Nusa  Tenggara  Timur  (NTT)  merupakan  provinsi  yang  sering  mengalami berbagai  masalah  yang  berkaitan  dengan  ketahanan  pangan  seperti  kelangkaan  pangan, gagal  panen,  dan  busung  lapar.  Sementara  itu,   pada  sisi  lain  luas  panen  yang dioptimalkan  baru  mencapai    45  persen  dari  potensi  luas  panen  tanaman  pangan  lokal yang  mencapai  210.000  ha.,  belum  lagi  dikaitkan  dengan  potensi  lahan  yang  cukup memadai.  Kesenjangan  dalam  peningkatan  produksi  tanaman  pangan  lokal  salah  satu determinannya adalah persoalan implementasi kebijakan yang belum optimal.  Penelitianini  menggunakan  metode  kualitatif,  pengumpulan  data  dilakukan  melalui  teknik dokumentasi  yang berasal dari media massa yaitu Pos Kupang dan Kompas.  Penelitian inimenggunakan  model  model  teori  Jones  (1994),  yang  memiliki  tiga  dimensi,  yakni organisasi,  interpretasi  dan  aplikasi.  Keseluruhan  dimensinya  dianggap  relevan  dengan kondisi yang terjadi dalam implementasi kebijakan peningkatan produksi tanaman pangan lokal  di  Provinsi  Nusa  Tenggara  Timur.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa mplementasi  kebijakan  peningkatan  produksi  tanaman  lokal  belum  optimal  sehingga asih terdapat kesenjangan  yang besar antara produksi  dengan potensi tanaman pangan lok al.  Beberapa  masalah  mendasar  yang  perlu  mendapat  perhatian  yaitu  masalah kurangnya  pelibatan  para  implementor  pada  tataran  operasional,  masalah  koordinasi pelaksanaan  antar  unit  yang  terkait;  dan  masalah  klasik  yaitu  anggaran  yang  memadai untuk program peningkatan produksi tanaman pangan lok al.
Kata Kunci: Implementasi, Pangan Lokal, dan Ketahanan Pangan
Penulis: NURSALAM
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd100073

Artikel Terkait :