DISKRIMINASI SOSIAL MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI JAGIR WONOKROMO
Abstrak: Perkotaan selalu
menawarkan daya tarik, terutama bagi masyarakat desa yang ingin mengubah nasib
dengan cara mencari pekerjaan. Bagi masyarakat desa, kota besar misalnya Kota
Surabaya selalu memiliki daya tarik yang kuat ditandai tersedianya
fasilitas-fasilitas misalnya lapangan pekerjaan, lembaga pendidikan dan
fasilitas-fasilitas lainnya yang tidak ditemukan di desa. Hal ini tentu saja
akan mendorong angka urbanisasi dari desa ke kota menjadi semakin tinggi.
Penelitian ini mengambil lokasi pemukiman di sepanjang Sungai Jagir Wonokromo.
Alasan memilih lokasi ini adalah karena adanya semacam konflik laten dalam
masyarakat yang bermukim sepanjang Sungai Jagir tersebut. Konflik ini
disebabkan adanya tindakan diskriminasi antara masyarakat yang bermukim di
sebelah barat dan disebelah timur. Praktik pendiskriminasian ini ditandai
masyarakat di sebelah barat lebih mendapatkan perbedaan pengakuan dan perolehan
hak-hak serta lebih diperhatikan dibandingkan dengan yang bermukim di sebelah
timur, padahal status kepemilikan tanah keduanya adalah ilegal. Sifat
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Adapun hasil penelitian ini adalah memaparkan perbedaan perlakuan terhadap masyarakat yang
bermukim di wilayah barat dan timur di wilayah Bratang Gede yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Penulis: NUR FUAD, ALI IMRON
Kode Jurnal: jpsosiologidd150591