ANALISIS ISI PESAN NASIONALISME PADA IKLAN COCA-COLA REASON TO BELIEVE INDONESIA TAHUN 2012
Abstrak: Pesatnya kemajuan
teknologi komunikasi dari waktu ke waktu telah memberi pengaruh bagaimana
cara-cara manusia berkomunikasi yang dapat dimengerti dan memperngaruhi ainnya
salah satunya dengan iklan. Iklan kian menjadi unsur penting tidak hanya bagi
produsen-konsumen dalam memperkenalkan produknya tetapi juga ide-ide pengiklan dalam menyuguhkan produk
atau jasanya dengan lebih kreatif. Salah satunya Coca-Cola yang menyuguhkan
iklan yang mengangkat semangat kebangsaan dalam mmentum menyambut hari sumpah
pemuda pada tanggal 28 Oktober.
Rumusan masalahnya yaitu bagaimana analisis isi pesan nasionalisme pada
iklan Coca-Cola Reason to Believe Indonesia pada tahun 2012. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui pesan nasionalisme pada iklan Coca-Cola Reason
to Believe Indonesia pada tahun 2012. Analisa dilakukan terhadap iklan
Coca-Cola “Reason to Believe Indonesia” yang tayang pada tanggal 26 Oktober 2012 lalu namun dapat
dilihat kembali di situs youtube, dengan menggunakan lima indikator pesan
nasionalisme yaitu: Kesatuan, Kebebasan, Persamaan, Kepribadian, dan Prestasi.
Ruang lingkup penelitian ini adalah seluruh scene/gambar dan kata-kata
atau kalimat yang termasuk dalam indikator pesan nasionalisme yang telah
dikategorikan Penelitian ini menggunakan metode analisis isi deskriptif
(content analysis) yaitu suatu metode yang meneliti isi komunikasi untuk
dideskripsikan secara nyata, sistematis, kuantitatif dan obyektif.
Dari hasil penelitian terdapat 26 kali muncul pada indikator persatuan
yang termasuk pada pesan nasionalisme. Persatuan mendominasi dari indikator
lain yang terlihat dari kemunculannya 26 kali atau 26,8%, sedangkan prestasi
mendapatkan 20 kali kemunculan atau 20,6% menempati urutan kedua. Pesan
nasionalisme pada indikator kebebasan sebanyak 19 kali kemunculan atau 19,5%,
untuk urutan keempat indikator dari kepribadian sebanyak 17 kali kemunculan
atau 17,5%, untuk urutan kelima ditempati oleh kesamaan sebanyak 15 kali
kemunculan atau 15,4%.
Penulis: Luly Rinda Handayani
Kode Jurnal: jpkomunikasidd160001