UPACARA KEMATIAN SAURMATUA PADA ADAT MASYARAKAT BATAK TOBA( STUDI KASUS TENTANG KESIAPAN KELUARGA ) DI DESA PURBATUA KECAMATAN PURBATUA KABUPATEN TAPANULI UTARA

Abstrak: Kematian  merupakan  akhir  dari  perjalanan  hidup  manusia.  Maka  kematian  pada dasarnya  adalah  hal  yang  biasa,  yang  semestinya  tidak  perlu  ditakuti,  karena  cepat  atau lambat akan menjemput kehidupan dari masing-masing manusia. Namun, wajar bila kematian bukan  menjadi  keinginan  utama  manusia.  Berbagai  usaha  akan  selalu  ditempuh  manusia untuk  menghindari  kematian,  paling  tidak  memperlambat  kematian  itu  datang.  Idealnya kematian itu datang pada usia yang sudah sangat tua,seperti kematian Saur Matua. Saur  Matua  adalah orang yang meninggal dunia terlah memiliki  keturunan dan cucu baik  dari  anak  laki-laki  maupun  dari  anak  perempuan.Saur  artinya  lengkap  atau  sempurna dimana  dikatakan  bahwa  orang  yang  telah  meninggaldunia  itu  telah  sempurna  dalam kekerabatan,telah memiliki anak dan memiliki cucu. Sehingga jika yang meninggal sempurna dalam  kekerabatan  maka  acara  adat  penguburannya  pun  dilaksanakan  dengan  sempurna (saurmatua).  Jika  sudah  sempurna  kematiannya,  maka  acara  pemberangkatannya  harus dilakukan  sempurna,yang  disebut  ulaon  na  gok(  acara  dengan  adat  penuh).  Ulaon  na  gok dilaksanakan  maralaman(di halaman rumah).  Boan(makanan) yang disiapkan adalah  sigagat duhut(  kerbau).Dalam  pelaksanaan  upacara  saur  matua  semua  keluarga,  saudara,orang tua,anak  muda  dan  seluruh  warga  masyarakat  dimana  pun  dia  berada,  seperti;  di  rantau, diladang,pemukiman  penduduk  dalam  usaha  tani  yang  letaknya  jauh  dari  kampung  atau pemukiman  lain.  Mereka  hadir,  bersatu,  berkumpul  bersama  untuk  menghantarkan  jenazah ketempat peristirahatan terakhir.
Kata Kunci: Budaya Batak Toba dan Masyarakat Batak Toba
Penulis: Eva Junita S
Kode Jurnal: jpsosiologidd160034

Artikel Terkait :