Tradisi Nujuh Bulanan Masyarakat Jawa di Desa Sialang Baru Kecamatan Kabupaten Siak

ABSTRAK: Tradisi  Nujuh  Bulanan  ini  merupakan  suatu  adat  kebiasaan  atau  suatu  upacara yang  dilakukan  pada  bulan  ke-7  masa  kehamilan  pertama  seorang  perempuan. Acara nujuh bulanan sering dilaksanakan oleh sebagian masyarakat yang bersuku Jawa karena tradisi ini merupakan turun temurun oleh nenek moyang terdahulu. Acara nujuh bulanan di Desa Sialang Baru Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten iak  di  dalam  pelaksanaanya  sudah  tidak  sama  lagi  dengan  masa  dahulu, melainkan  pada  masa  sekarang  sudah  adanya  perubahan  baik  dalam  tata  cara maupun  makna  yang  terkandung  di  dalam  tradisi  tersebut.  Adapun  rumusan masalah yaitu Apa saja tahap-tahap yang mengalami perubahan di dalam tata cara Tradisi  Nujuh  Bulanan  dan  faktor  –  faktor  yang  mempengaruhi  terjadinya perubahan  pada  tata  cara  Tradisi  Nujuh  Bulanan.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui tentang perubahan yang terjadi dalam tradisi nujuh bulanan yang ada di  Desa  Sialang  Baru  Kecamatan  lubuk  dalam  kabupaten  Siak.  Tipe  data  yang digunakan  adalah  metode  Kualitatif  deskriptif.  Teknik  yang  digunakan  data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Inforaman yang didapat sebanyak 7 orang yaitu satu orang yang berstatus  dukun bayi  dan 6 orang dari masyarakat yang pernah melakukan acara nujuh bulanan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan  teknik  purposive.  Hasil  penelitian  secara  umum  yang  dilakukan maka  penulis  dapat  menunjukkan  bahwa  dalam  tradisi  nujuh  bulanan  ini  sudah mengalami  perubahan  dalam  tata  cara  pelaksanaannya  yang  pada  masa  dahulu memiliki  7  tahapan  yang  dilakukan  sedangkan  pada  masa  sekarang  yang dilakukan  hanya  6  tahapan.  Perubahan  yang  terjadi  dalam  tradisi  nujuh bulanan ini yaitu karena adanya faktor dari keluarga, sikap toleransi, tidak adanya sanksi dan teknologi. Maka dengan bertambah majunya zaman pada masa sekarang ini faktor-faktor diatas merupakan yang berpengaruh terhadap berlangsungnya acara nujuh bulanan ini.
Kata Kunci: Tradisi Nujuh Bulanan, dan Perubahan
Penulis: Siti Muniroh
Kode Jurnal: jpsosiologidd150419

Artikel Terkait :