TRADISI MANDI SAFAR DESA SUNGAI BULUH KECAMATAN SINGKEP BARAT KABUPATEN LINGGA PROVINSI KEPULAUAN RIAU

ABSTRAK: Penelitian  ini  berjudul  Tradisi  Mandi  Safar  di  Desa  Sungai  Buluh,  Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten  Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Berdasarkan sejarahnya Tradisi Mandi  Safar  di  desa  Sungai  Buluh  telah  dilakukan  pada  masa  Kesultanan  Lingga,  Sultan Abdurrahman II Muadzam Syah (1885-1911). Mandi Safar yang dilakukan masyarakat desa Sungai Buluh ialah untuk memelihara kampung dari bencana serta mengusir wabah penyakit bagi masyarakat.
Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menggambarkan  proses  pelaksanaan  Tradisi  Mandi Safar, untuk menganalisis makna dan simbol-simbol yang terdapat dalam pelaksanaan Tradisi Mandi  Safar.  Penelitian  ini  dilakukan  dengan  menggunakan  teknik  bola-salju  (pengamatan dan  wawancara  mendalam  untuk  mengumpulkan  data)  yang  meliputi  kepala  desa  dan perangkatnya, tokoh agama, tokoh masyarakat.
Untuk  menganalisa  data  penelitian  dilakukan  secara  deskriptif  kualitatif  data  yang dikumpulkan  kemudian  dipaparkan  secara  deskriptif  yaitu  menggambarkan  atau menceritakan hasil penelitian dengan uraian kalimat-kalimat yang logis agar bisa dimengerti dan mudah dipahami.
Penelitian ini dilakukan di desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Hasil penelitain menunjukkan makna Tradisi Mandi Safar yang  dilakukan  masyarakat  desa  mengajarkan  agama  lewat  budaya  yang  dapat  dilihat  dari penulisan  wafaq  yang  diambil  dari  beberapa  penggalan-penggalan  ayat  al-Quran.  Makna Mandi Safar dapat memberikan rasa aman, juga sebagai pengobatan.
Kata Kunci: Proses, Mandi Safar, Tradisi
Penulis: Restu Aditiya
Kode Jurnal: jpsosiologidd150456

Artikel Terkait :