SOSIALISASI NILAI-NILAI AGAMA PADA ANAK DALAM KELUARGA DI DESA SEBELE KECAMATAN BELAT KABUPATEN KARIMUN

ABSTRAK: Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  bagaimana  sosialisasi  yang  terjadi dalam  keluarga,  dan  nilai-nilai  agama  apa  saja  yang  disosialisasikan  oleh  keluarga  di Desa  Sebele  Kecamatan  Belat  Kabupaten  Karimun.  Dimana  dalam  setiap  shalat berjamaah dan shalat jum’at jumlah anak-anak lebih sedikit dibandingkan dengan orang dewasa atau orang tua, anak sering berbicara kotor dan tidak sopan kepada teman-teman dan orang tuanya.
Untuk mengetahui bagaimana sosialisasi  yang terjadi dalam keluarga, nilai-nilai agama apa saja yang disosialisasikan dalam keluarga di Desa Sebele Kecamatan Belat Kabupaten Karimun, maka penulis melakukan pengumpulan data dengan menggunakan teknik  wawancara  terpimpin  dengan  responden.  Populasi  seluruh  masyarakat  yang beragama  islam  yang  memiliki  anak  berumur  7-13  tahun.  Penelitian  sampel menggunakan  teknik  purposive  sampling  yaitu  pengambilan  data  berdasarkan  kriteria tertentu  atau  pertimbangan  tertentu,  ditentukan  sampel  20  responden  orang  tua perempuan dan 20 responden anak.
Hasil  penelitian  yang  dilakukan  menunjukan  bahwa  nilai-nilai  agama  yang disosialisasikan dalam  keluarga mencakup pelaksanaan shalat, mengaji/ membaca AlQur’an,  puasa  Ramadhan,  akhlak  kepada  orang  tua  meliputi  etika  sopan  santun  dan perilaku  dengan  teman  sebaya  dikatakan  berjalan  dengan  baik.  Sesuai  dengan  tujuan yaitu, penanaman nilai-nilai agama  kepada anak sebagai pegagan dan pedoman dalam melaksanakan ajaran agama islam . Jika dilihat dari persentase jumlah yang kurang baik pelaksanaan  nilai-nilai  agamanya  jua  terlihat  cukup  besar.  Hal  ini  secara  teoritis dipengaruhi  oleh  bagaimana  sosialisasi  yang  diterima  anak  dalam  keluarga.  perilaku agama  anak  dalam  keluarga  mencakup  pelaksanaan  shalat,  mengaji/membaca  AlQur’an,  puasa  Ramadhan,  akhlak  kepada  orang  tua  dan  akhlak  kepada  sesama  cukup baik.  Hanya  saja  masih  ditemukan  anak  yang  selalu  melakukan  pelanggaranpelanggaran  nilai-nilai  dan  norma  agama  ,  dikarenakan  pengontrolan  dari  orang  tua sangat lemah.
Kata Kunci: Sosialisasi, Nilai-nilai Agama, Perilaku Anak
Penulis: Dwi Asmara
Kode Jurnal: jpsosiologidd160031

Artikel Terkait :