PERSEPSI PEDAGANG TERHADAP SISTEM PEMUNGUTAN RETRIBUSI PASAR (STUDI KASUS PADA UPTD PASAR SIMPANG BARU)

Abstrak: Pelaksanaan  sistem  pemungutan  retribusi  pasar  yang  dikoordinir  adalah perhitungan target retribusi, dimana target retribusi ditentukan berdasarkan potensi yang ada jumlah (pedagang) yang terdapat pada Pasar Simpang Baru. Selain itu, jumlah wajib retribusi (pedagang) yang terdapat pada pasar tersebut, dimana dalam suatu pasar untuk wajib  retribusi  (pedagang)  yang  ada  selalu  jumlahnya  berbeda-beda  setiap  harinya karena pada Pasar Simpang Baru merupakan pasar mingguan, tetapi setiap harinya pada pasar  tersebut  tetap  ada  yang  berdagang.  Dalam  menjalankan  sistem  pelaksanaan pemungutan  retribusi  pasar  dibutuhkan  suatu  perencanaan  yang  baik.  Perencanaan adalah aktivitas dari koordinasi dimana menyangkut kegiatan penyusunan rencana kerja yang ada pada setiap unit kerja yang sesuai dengan bidang tugas. Sehubungan dengan itu,  dituntut  setiap  bagian  kerja  harus  menyusun  rencana  kerja  yang  nantinya  akan dikoordinir dalam pelaksanaan kerja agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Penelitian  ini  dilakukan  di  Unit  Pelaksana  Teknis  Dinas  (UPTD)  Simpang  Baru Kecamatan  Tampan  Kota  Pekanbaru.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  Untuk  mengetahui dan  menganalisa  persepsi  pedagang  terhadap  pemungutan  retribusi  pasar  dipasar Simpang Baru Kota Pekanbaru, serta Untuk mengetahui dan menganalisa faktor-faktor apa yang mempengaruhi persepsi pedagang terhadap pemungutan retribusi pasar dipasar Simpang BaruKota Pekanbaru.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah  pedagang  pada  pasar  Simpang  Baru Kecamatan  Tampan  Kota  Pekanbaru  yang  berjumlah  156  orang.  Teknik  pengambilan sampel  penelitian  adalah  teknik  simple  random  sampling,  yaitu  peneliti  telah menentukan  sampel  penelitian  berdasarkan  proporsi  menurut  jenis  dagangan  oleh peneliti  yang  sesuai  dengan  permasalahan  yang  akan  diteliti.  Berdasarkan  hasil penelitian  diketahui bahwa persepsi pedagang mengenai pengelolaan retribusi pasar itu cukup baik terutama dilihat dari sikap petugas  yang  ramah dan hubungan sosial  yang terjalin  antara  pedagang  dengan  juru  pungut,  sedangkan  untuk  memenuhi  pelayanan pedagang  swadaya  sendiri.  Faktor  pendukung  dalam  pemungutan  retribusi  pasar Simpang  Baru  adalah  terciptanya  hubungan  yang  baik  antara  petugas  dan  pedagang, adanya kepedulian pedagang serta tersedianya sarana dan prasarana. Pasar simpang baru dipengaruhi  oleh  ketaatan  petugas  dalam  aturan,  ketaatan  pedagang  yang  menempati kios  dan  los,  serta  semangat  petugas  dalam  melaksanakan  tugas  dan  membayar  iuran retribusi  sudah  merupakan  kewajiban  pedagang.  Sedangkan  faktor  penghambat pemungutan  retribusi  pasar  adalah  kurang  kesadaran  sebagian  pedagang  dalam membayar retribusi, kurang tercakupnya objek oleh petugas karena terbatasnya jumlah petugas pemungutan retribusi pasar dan besarnya tarif tambahan dari pengelola pasar.
Kata  kunci:  Persepsi,  Pedagang,  Sistem  Pemungutan  Retribusi  Pasar,  UPTD SimpangBaru
Penulis: AGUS SALIM
Kode Jurnal: jpsosiologidd160019

Artikel Terkait :