PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TRADISI BALIMAU KASAI DI DESA KUAPAN KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR
ABSTRACT: Penelitian ini
dilakukan Di Desa Kuapan Kecamatan
Tambang Kabupaten Kampar. Tujuan dari
penelitian ini adalah
untuk Mengetahui prosesi
mandi balimau kasai menurut
adat kampar di
Desa Kuapan Kecamatan
Tambang. Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat Terhadap Tradisi
Balimau Kasai Di Desa Kuapan Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar”. Topik fokus
penelitian ini adalah Bagaimana prosesi
mandi balimau kasai menurut adat kampar di Desa Kuapan Kecamatan
Tambang. Informan penelitian
adalah semua warga
yang tinggal di Desa
Kuapan. Sedangkan cara
pengambilan sampelnya yaitu
dengan Purposive Sampling. Dimana
penarikan sampel ini
dilakukan karena Peneliti memilih seluruh populasi yaitu semua
masyarakat Desa Kuapan. Sampel diambil sebanyak
5 orang dari
keseluruhan masyarakat yang
ada di lokasi
penelitian,Penulis
menggunakan metode deskriptif
kualitatif dan data
dianalisis secara kualitatif. Instrumen data adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan Keistimewaan Balimau Kasai merupakan acara adat yang mengandung nilai
sakral yang khas.
Wisatawan yang mengikuti
acara ini bisa menyaksikan masyarakat
Kampar dan sekitarnya
berbondong-bondong menuju pinggir
sungai (Sungai Kampar) untuk melakukan ritual mandi bersama. Sebelum masyarakat
menceburkan diri ke sungai, ritual mandi ini dimulai dengan makanbersama yang
oleh masyarakat sering
disebut makan majamba
Balimau bakasai itu adalah
sebutan bagi upacara
penyambutan datangnya bulan
suci ramadhan dengan cara
bermandi-mandian yang bertujuan
untuk menyucikan diri
kita dari dosa selama
ini kita perbuat
sejak lepasnya bulan
ramadhan tahun lalu.
Tetapi, ajang yang semula
dijadikan penyucian diri
berubah makna menjadi
ajang cari jodoh dan mandi
bersama pasangan yang bukan muhrim. Balimau Kasai dijadikan hari terakhir
sebelum hari semuanya
dilarang pada keesokan
hari. kita sebagai generasi muda harus meluruskan adat
ini karena sudah tercoreng akan keburukan.
Penulis: Fajri Arman
Kode Jurnal: jpsosiologidd150459