PARADIGMA MADZHAB-MADZHAB EKONOMI ISLAM DALAM MERESPON SISTEM EKONOMI KONVENSIONAL
Abstrak: Sistem Ekonomi
Islam berangkat dari
kesadaran tentang etika, sebuah
ethical economy, sedangkan sistem ekonomi lain, baik kapitalisme
maupun sosialisme, berangkat
dari kepentingan (interest). Kapitalisme
berangkat dari kepentingan perorangan
(selfishness) dan sosialisme berangkat dari
kepentingan kolektif (collectivism). Ekonomi Islam
meletakkan hak individu
dan masyarakat dalam neraca
keseimbangan yang adil.
Berkenaan dengan bagaimana konsep ekonomi Islam itu, terdapat tiga
madzhab yang memiliki pandangan
yang berbeda, yaitu:
Pertama, madzhab Bagir al-Sadr
yang memandang bahwa
ilmu ekonomi (economics) tidak pernah bisa sejalan dengan Islam, karena keduanya
berasal dari filosofi
yang saling kontradiktif. Karenanya,
madzhab ini menggunakan
istilah iqtishâd, bukan ekonomi
Islam. Kedua, madzhab
Mainstream yang berpandangan bahwa,
sebagaimana ekonomi konvensional, kelangkaan
sumber daya menjadi
penyebab munculnya masalah ekonomi.
Ketiga, madzhab Alternatif Kritis yang
berpendapat bahwa analisis
kritis bukan saja harus dilakukan terhadap
sosialisme dan kapitalisme,
tetapi juga terhadap ekonomi Islam itu sendiri.
Kata-kata kunci: Ekonomi Islam, Kapitalisme, Sosialisme, Bagir al-Sadr, Mainstream,
dan Alternatif Kritis
Penulis: Fadllan
Kode Jurnal: jphukumdd120283