OPTIMALISASI ZAKAT DALAM EKONOMI ISLAM

Abstract: Zakat  sebagai  salah  satu  bagian  rukun  Islam  merupakan  salah  satu  pondasi ekonomi  umat.  Penyaluran  zakat  kepada  beberapa  usaha  produktif  tentunya  akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan nasional bahwa ternyata zakat juga  mampu  berposisi  sebagai  modal  utama  khususnya  dikalangan  masyarakat ekonomi  menengah  kebawah.  Dalam  kajian  ekonomi  Islam,  zakat  memiliki  satu kesatuan nilai yang koheren yaitu mengedepankan prinsip keadilan, keseimbangan dan  pemerataan  serta  fokus  ekonomi  mikro  (sector  riil).  Zakat  sebagai  instrument vital  dalam  struktur  pembangunan  ekonomi  yang  berlandaskan  moral  dan  sosial, merupakan  bagian  terpenting  dari  nilai  Islam  yang  diatur  dalam  syariah sebagaimana  yang  dijelaskan  Mannan  meliputi  prinsip  keyakinan,  produktivitas, nalar,  kemudahan  dan  kebenaran.  Tulisan  ini  akan  mendeskripsikan  tentang bagaimana  peran  zakat  dalam  sejarah  kemunculan  serta  bagaimana  peran  zakat yang tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga memiliki implikasi yang positif terhadap  kesejahtreraan  ummat,  khususnya  mereka  yang  tergolong  kepada penerimanya (mustahiq). Persoalannya  kemudian  adalah  apakah  zakat  telah  diyakini  sebagai  suatu  asset, dalam  ghirah  pertumbuhan  dan  pemerataan  sosio  ekonomi,  ataukah  sekedar amaliyah  ritual  (ibadah  mahdah),  serta  baagaimana  zakat  dapat  dikelola  secara manajemen  kelembagaan  (Baitul  Maal)  sehingga  zakat  tidak  hanya  bersifat konsumtif tetapi juga produktif. Tulisan ini hendak menelaah masalah zakat sebagai suatu  perintah  agama  yang  inheren  dengan  konteks  sosio  ekonomi  dengan pendekatan  comparative  approach  antara  prinsip    normatif  (al-Qur’an dan hadis) dengan implikasi sosial historisnya.
Key Words: Zakat, Sektor Riil, Implikasi Sosial
Penulis: M. Hanafi Zuardi
Kode Jurnal: jphukumdd130978

Artikel Terkait :